SAJIAN PUISI ARISEL BA
Monday, March 22, 2004
 
DARI BUCU SAJAK
: khas kepada Ah_Yam
Sajak Arisel Ba

Hadir diri semakin dini membaca dendam dalam kontradiksi bergelut berahi ilusi kamu,
tatkala aku menapak dengan akal di alur kebenaran, kamu masih berpijak pada pasak kepalsuan dengan memakai beragam keduk sambil berlagu kidung menjerat ekspresi tersirat darah menghiasi taman kematian kamu berpacu dalam ambisi penuh sperma iri dalam ilu dan iba pada wajah yang lain. Yang kelmarin. Kamu juga masih berada di bucu sajak.

Tatkala aku lena, kamu goyangkan nesan, sedang kematian ditangguhkan untuk membaca kembali alur saraf yang mengalir panas darah menghiasi taman permainan makna. Yang kelmarin. Kamu juga masih berada di bucu sajak.

22 Mac 2004
Kuantan, Pahang





Powered by Blogger